JWC

Bagaimana Melanjutkan Pendidikan Bahasa Jepang untuk Pekerjaan Pengembangan Keterampilan di Tempat Kerja? Cara Menyusun Rencana Belajar yang Selaras dengan Pekerjaan

Ini adalah terjemahan referensi berdasarkan terjemahan mesin dan belum diperiksa oleh penutur asli. Versi resmi adalah artikel asli berbahasa Jepang.

Artikel asli (bahasa Jepang)

Artikel asli diperbarui: · Diterjemahkan:

Apakah Anda ingin melanjutkan pendidikan bahasa Jepang, tetapi kesulitan menyesuaikannya dengan masa sibuk atau kerja bergilir? Perusahaan penerima perlu melakukan persiapan agar pekerjaan dan pembelajaran dapat berjalan secara seimbang.

Dalam artikel ini, berdasarkan materi resmi, kami menjelaskan cara menyusun rencana belajar yang dapat dilanjutkan di tempat kerja. Kami menguraikan mulai dari kedudukan pelatihan hingga pembagian tugas penanggung jawab dan evaluasi.

Kesimpulannya adalah memastikan pelatihan yang ditetapkan dalam sistem tetap terlaksana dan memasukkan latihan bahasa yang digunakan di tempat kerja ke dalam jadwal kerja.

【Pengetahuan Dasar】Apa peran pelatihan bahasa Jepang dan pembelajaran di tempat kerja dalam Pekerjaan Pengembangan Keterampilan (育成就労)?

Sebelum membuat rencana, mari kita pahami peran pelatihan yang diwajibkan dalam sistem dan latihan sehari-hari.

Poin 1: Periksa pelatihan yang diwajibkan dalam sistem

Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan (厚生労働省) menunjukkan peningkatan kemampuan secara bertahap dalam pendidikan bahasa Jepang untuk Pekerjaan Pengembangan Keterampilan. Pendekatan ini menghubungkan persiapan sebelum mulai bekerja dengan pembelajaran selama bekerja.

A1 dan A2 adalah indikator dalam Kerangka Acuan Pendidikan Bahasa Jepang (日本語教育の参照枠) yang menunjukkan tingkat kemampuan bahasa Jepang. Tingkat yang diperlukan harus diperiksa dalam dokumen resmi bidang penerimaan terkait.

Dalam panduan Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan, perusahaan penerima dan pihak lainnya diminta untuk mengambil langkah-langkah agar pekerja dapat mengikuti pelatihan, termasuk menanggung biayanya. Periksalah pelatihan yang diperlukan oleh pekerja, termasuk ketentuan bagi mereka yang telah lulus ujian.

Informasi di atas adalah hasil pemeriksaan per 15 Oktober 2026. Sumbernya adalah Upaya untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Jepang dari Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan.

Poin 2: Gunakan hasil pembelajaran dalam latihan di tempat kerja

Di tempat kerja, kata-kata yang dipelajari dalam pelatihan diterapkan pada instruksi dan laporan yang sebenarnya. Misalnya, pekerja dapat berlatih meminta penjelasan ulang mengenai urutan pekerjaan.

Penting untuk tidak menganggap bahwa latihan percakapan di tempat kerja saja sudah memenuhi pelatihan yang diwajibkan dalam sistem. Pastikan persyaratan pelaksanaan pelatihan bersama lembaga pendidikan atau Organisasi Pengawas dan Pendukung (監理支援機関).

Jika ingin memahami tingkat kemampuan terlebih dahulu, periksalah gambaran keseluruhan persyaratan. Hal ini juga dijelaskan dalam artikel terkait, Persyaratan Bahasa Jepang untuk Pekerjaan Pengembangan Keterampilan.

Pertama-tama, periksa pelatihan yang diperlukan, lalu persiapkan untuk menggabungkannya dengan latihan di tempat kerja.

Dari situasi apa di tempat kerja tujuan pembelajaran ditentukan?

Sebelum memilih bahan ajar, kumpulkan situasi yang menyulitkan orang tersebut, lalu ubah menjadi tujuan pembelajaran yang konkret.

Langkah 1: Kumpulkan kesulitan yang dihadapi orang tersebut dan di tempat kerja

Pertama, tanyakan kepada orang tersebut dan penanggung jawab pembinaan tentang situasi ketika komunikasi sulit dipahami. Jangan berhenti hanya pada penilaian bahwa "kemampuan bahasa Jepangnya kurang baik".

  • Memastikan instruksi: Pastikan apakah orang tersebut dapat menanyakan kembali urutan pekerjaan dan jumlahnya.
  • Melaporkan: Pastikan apakah orang tersebut dapat menyampaikan pekerjaan yang telah selesai dan pekerjaan yang masih tersisa.
  • Berkonsultasi: Pastikan apakah orang tersebut dapat menjelaskan hal yang tidak dipahaminya kepada penanggung jawab.
  • Memahami pengumuman: Pastikan apakah orang tersebut dapat memahami lokasi yang diperlukan dan hal-hal yang perlu diperhatikan.

Langkah 2: Tuliskan tujuan dalam bentuk tindakan yang dapat dilakukan

Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan telah menerbitkan alat penetapan tujuan kemampuan bahasa Jepang yang diperlukan dalam situasi kerja. Ini adalah materi untuk memastikan apa yang dapat dilakukan dengan menggunakan bahasa Jepang dan menetapkan tujuan.

Kementerian tersebut menunjukkan cara memilih hal-hal yang diperlukan sesuai dengan tempat kerja. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat penjelasan tentang alat penetapan tujuan.

Misalnya, alih-alih menulis "mempelajari cara melapor", tuliskan dapat melaporkan pekerjaan yang telah selesai dan hal-hal yang menjadi kendala dengan kata-kata singkat. Catat juga apakah bantuan berupa foto atau ungkapan dengan kata lain diperlukan.

Nyatakan tujuan pembelajaran bukan hanya dengan nilai, tetapi juga dengan tindakan yang ingin dapat dilakukan di tempat kerja.

Bagaimana menyusun jadwal belajar agar dapat dijalankan bersamaan dengan pekerjaan?

Di sini, kami memperkenalkan cara memastikan kesempatan belajar dengan menyesuaikan jadwal pelatihan dan pekerjaan.

Langkah 1 Menyesuaikan jadwal kerja dengan jadwal belajar

Setelah jadwal pelatihan ditetapkan, bagikan juga rencana keikutsertaan dalam pelatihan kepada penanggung jawab yang menyusun jadwal kerja. Dengan mempertimbangkan kerja sif dan masa sibuk, tentukan juga orang yang akan menggantikan pekerjaan tersebut.

Tim editorial menyarankan agar slot pelatihan dan cara menjadwalkan ulang jika tidak hadir ditentukan bersamaan dengan rencana kerja. Jangan hanya mengandalkan waktu luang, tetapi susunlah jadwal yang benar-benar dapat dilaksanakan.

  • Pelatihan: Bagikan tanggal, waktu, dan tempat pelatihan kepada penanggung jawab jadwal kerja.
  • Latihan di tempat kerja: Tentukan situasi kerja untuk menggunakan ungkapan yang telah dipelajari dan orang yang bertanggung jawab.
  • Penjadwalan ulang: Pastikan kontak yang harus dihubungi jika tidak hadir dan cara mengikuti pelatihan kembali.
  • Lingkungan belajar: Pastikan ketersediaan perangkat, koneksi, audio, dan tempat yang tenang untuk belajar.

Hal yang perlu diperhatikan 2 Memastikan perlakuan terhadap jam kerja

Menurut pedoman Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan, pelatihan yang diwajibkan untuk pekerjaan termasuk dalam jam kerja. Hal ini juga mencakup pembelajaran yang diperlukan untuk pekerjaan berdasarkan instruksi perusahaan.

Dalam menentukan hal tersebut, periksa kondisi sebenarnya mengenai instruksi dan kewajiban untuk berpartisipasi, bukan nama kegiatan belajarnya. Sumbernya adalah Pedoman tentang Pencatatan Jam Kerja secara Tepat dari Nagano Rodo Kyoku.

Untuk perlakuan terhadap setiap pelatihan, susun terlebih dahulu cara pelaksanaannya, lalu pastikan bersama penanggung jawab sumber daya manusia dan ketenagakerjaan. Jika ragu, konsultasikan dengan kantor pengawasan standar ketenagakerjaan atau loket terkait lainnya.

Tentukan jadwal belajar dengan turut mempertimbangkan penyesuaian jadwal kerja dan perlakuannya dari sisi ketenagakerjaan.

Bagaimana petugas di tempat kerja dan lembaga pendidikan bekerja sama?

Agar pembelajaran dapat berlanjut, tentukan cakupan tanggung jawab dan cara berkomunikasi antara orang yang mengajar dan orang yang mengatur jadwal kerja.

Langkah 1: Tentukan narahubung dan perannya

Jika penanggung jawab tidak jelas, siapa yang harus memeriksa ketidakhadiran atau keterlambatan pemahaman juga menjadi tidak jelas. Anda dapat mengatur peran pihak internal dan eksternal perusahaan sebagai berikut.

  • Petugas koordinasi internal perusahaan: Mengoordinasikan pekerjaan, lingkungan belajar, dan komunikasi dengan lembaga pendidikan.
  • Petugas pembimbing di tempat kerja: Melatih ungkapan yang digunakan dalam pekerjaan dan menyampaikan masalah yang dihadapi.
  • Lembaga pendidikan bahasa Jepang: Mendiskusikan tujuan dan cara pelaksanaan pelatihan.
  • Peserta: Menyampaikan situasi yang dirasa sulit dan ungkapan yang ingin dikuasai.

Pembagian tugas ini adalah contoh pengelolaan internal perusahaan. Pembagian ini tidak menggantikan pembagian tanggung jawab yang ditetapkan dalam sistem.

Saat mempertimbangkan pihak penerima委託, pastikan juga cara berbagi informasi dengan tempat kerja. Artikel terkait tentang cara memilih pihak penerima委託 pendidikan bahasa Jepang juga dapat dijadikan referensi.

Poin 2: Selaraskan juga bahasa yang digunakan oleh pihak pengajar

Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan juga menyatakan bahwa penggunaan bahasa Jepang sederhana oleh pihak penerima merupakan cara yang efektif. Ini adalah pendekatan untuk memilih kata dan ungkapan yang mudah dipahami oleh lawan bicara.

Di tempat kerja, Anda dapat mencoba membagi penjelasan panjang menjadi bagian-bagian pendek dan menunjukkannya bersama foto atau benda nyata. Untuk memeriksa pemahaman, sebaiknya minta peserta menjelaskan dengan kata-katanya sendiri apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Jangan menilai hanya berdasarkan jawaban “Saya mengerti”, tetapi pastikan bagian mana dari penjelasan yang telah dipahami. Para petugas juga sebaiknya saling berbagi cara berbicara yang membuat peserta merasa mudah mengatakan bahwa mereka belum mengerti.

Dalam membangun kerja sama, selain menempatkan petugas yang bertanggung jawab, lakukan juga persiapan untuk menyelaraskan cara penyampaian.

Bagaimana cara melanjutkan pencatatan dan evaluasi pembelajaran?

Artikel ini memperkenalkan cara menghubungkan hasil tersebut dengan pembelajaran berikutnya dengan mencatat secara terpisah kegiatan pembelajaran yang telah diikuti dan hal-hal yang berhasil dilakukan di tempat kerja.

Langkah ① Catat kegiatan pembelajaran dan praktik secara terpisah

Dalam catatan pembelajaran internal perusahaan, catatlah status keikutsertaan dalam pembelajaran dan perubahan perilaku. Berikut adalah contoh pengisian untuk dibagikan di antara para penanggung jawab.

Hal yang dicatatContoh pengisian
Tujuan pembelajaranMemastikan urutan pekerjaan yang diinstruksikan
Status keikutsertaanMengikuti pelatihan yang telah dijadwalkan dan mempelajari ungkapan untuk melakukan konfirmasi
Praktik di tempat kerjaMengulangi urutan pekerjaan dengan kata-kata sendiri sambil melihat foto
Bantuan yang diperlukanPenanggung jawab mengungkapkan kembali kata-kata yang menunjukkan urutan dengan cara lain
Tujuan berikutnyaDalam situasi yang sama, bertanya kembali atas inisiatif sendiri

Contoh catatan ini ditujukan untuk evaluasi internal perusahaan. Buku catatan dan formulir yang diwajibkan oleh sistem harus diperiksa secara terpisah sesuai dengan dokumen resmi.

Langkah ② Tinjau kembali alasan kegiatan tidak berlanjut

Jika kegiatan tidak berjalan sesuai rencana, orang yang bersangkutan dan penanggung jawab perlu memastikan penyebab beban atau kesulitan. Pertimbangkan secara terpisah perubahan jadwal kerja, tingkat kesulitan materi pembelajaran, lingkungan untuk mengikuti pembelajaran, dan faktor lainnya.

Dalam evaluasi, perhatikan pentingnya memastikan hal-hal yang telah berhasil dilakukan dan mempersempit situasi yang perlu dilatih selanjutnya. Jangan menilai perkembangan kemampuan bahasa Jepang hanya berdasarkan kehadiran.

Jadwalkan terlebih dahulu hari untuk melakukan pemeriksaan, lalu kumpulkan pandangan orang yang bersangkutan, tempat kerja, dan lembaga pendidikan. Jika tujuan atau metode pelaksanaan diubah, catat juga alasannya.

Manfaatkan catatan bukan hanya untuk penilaian, tetapi juga sebagai bahan untuk menyesuaikan pembelajaran berikutnya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah latihan percakapan di tempat kerja dapat menggantikan pelatihan bahasa Jepang?

Latihan percakapan di tempat kerja saja tidak dapat dianggap sebagai pengganti pelatihan yang diwajibkan oleh sistem. Pastikan persyaratan pelatihan yang diperlukan, lalu gabungkan dengan latihan di tempat kerja sebagai kesempatan untuk menggunakan kata-kata yang telah dipelajari.

Apakah rencana pembelajaran yang sama boleh digunakan untuk semua orang?

Gunakan rencana bersama sebagai dasar, tetapi sebaiknya lakukan penyesuaian dengan kemampuan bahasa Jepang dan tugas masing-masing orang. Periksa juga kelebihan dan kekurangan mereka sesuai situasi, seperti dalam mendengarkan dan membaca.

Apakah semua pembelajaran bahasa Jepang di luar jam kerja merupakan belajar mandiri?

Hanya karena dilakukan di luar jam kerja, kegiatan tersebut tidak dapat dianggap sebagai belajar mandiri. Menurut pedoman Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan, pelatihan dan kegiatan lain yang diwajibkan untuk pekerjaan termasuk dalam waktu kerja.

Terlepas dari nama kegiatannya, pastikan kondisi sebenarnya terkait instruksi dan kewajiban untuk berpartisipasi. Untuk penanganan setiap kasus, konsultasikan dengan petugas personalia dan ketenagakerjaan atau Rodo Kijun Kantokusho.

Apa yang harus dilakukan jika pembelajaran yang direncanakan tidak dapat dilaksanakan karena kesibukan?

Pertama, pastikan alasan pembelajaran tidak dapat dilaksanakan dan cara menjadwalkannya kembali. Tinjau penyesuaian jadwal kerja dan materi pembelajaran, lalu susun kembali jadwal yang dapat dilaksanakan oleh orang yang bersangkutan dan petugas penanggung jawab.

Ringkasan artikel ini

Pendidikan bahasa Jepang dalam Pekerjaan Pengembangan Keterampilan direncanakan dengan menghubungkan pelatihan yang diwajibkan oleh sistem dan praktik di tempat kerja. Penting untuk menetapkan penyesuaian jadwal kerja, pembagian peran, pencatatan, dan evaluasi.

Namun, cara pelaksanaan yang sesuai berbeda-beda tergantung pada kemampuan bahasa Jepang, tugas, dan pola kerja masing-masing orang. Jangan menerapkan jadwal bersama tanpa perubahan, tetapi sesuaikan dengan kondisi pelaksanaannya.

Jika Anda tidak yakin tentang cara pelaksanaan yang sesuai untuk perusahaan Anda, silakan berkonsultasi mengenai cara menyusun pelatihan dan pembelajaran di tempat kerja.

  • Pastikan pelatihan yang diwajibkan oleh sistem, lalu gabungkan dengan latihan di tempat kerja
  • Nyatakan tujuan pembelajaran dalam bentuk tindakan yang ingin dapat dilakukan dalam pekerjaan
  • Pastikan penyesuaian jadwal kerja, cara menjadwalkan ulang, dan perlakuannya sebagai waktu kerja
  • Tetapkan petugas penanggung jawab di dalam dan di luar perusahaan, lalu evaluasi pembelajaran bersama orang yang bersangkutan

Sumber

Cari di JWC